Derap kuda dari kejauhan,
langit redup memberi salam.
Kereta emas muncul di cakrawala,
laut membuka gerbangnya.
Sang Ratu pulang ke istana.
Gerbang kembali tertutup,
laut mendadak surut.
Seekor naga penjaga
menjulurkan lidahnya,
menghisap semua
yang di depan mata.
Turis-turis lari ketakutan,
nelayan pasrah dalam hormat.
Angin menyiulkan tembang,
pasir mendengarkan penuh khidmat.
Lima kedipan mata
seperti selamanya.
Sang Ratu hanya
sedang bercanda.
Sang Laut hanya
melepas bebannya.
(Gunung Kidul, September 2009)
Showing posts with label Jogjakarta. Show all posts
Showing posts with label Jogjakarta. Show all posts
Friday, January 06, 2012
Tuesday, November 29, 2011
Kereta dari Jakarta
Tiap tiba kereta
dari Jakarta,
bangku tua
di stasiun itu
terjaga.
Matanya
menyapa roda,
telinganya
mendengar
bisik jendela:
tak ada.
Besi-besi tua
menatapnya iba:
dia sudah lupa.
Bangku tua
tak percaya.
Ia kembali
pejamkan mata
menanti kereta
dari Jakarta.
(Stasiun Tugu, Maret 2007)
Labels:
angkutan,
Jogjakarta,
stasiun
Subscribe to:
Posts (Atom)


